BK Karir
SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN KONSELING
A. Topik : Mengenal sekolah menengah kejuruan dan sekolah
menengah atas
B. Bidang Bimbingan : Bimbingan Karir
C. Jenis Layanan : Orientasi
D. Fungsi Layanan : Layanan pemahaman dan Layanan pencegahan
E.
Kompetensi
Dasar :
1.
Mengidentifikasikan
pendidikan setelah SMP pada Peserta didik.
2.
Mengenalkan
peserta didik tentang SMA dan SMK
F.
Indikator
yang Ingin Dicapai :
1.
Peserta
didik dapat menguraikan pendidikan setelah SMP
2.
Peserta
didik dapat memilah pendidikan setelah SMP yang sesuai dengan minat dan
cita-citanya.
3.
Peserta
didik dapat menggambarkan suasana pendidikan setelah SMP
4.
Peserta
didik dapat merancang jenjang karirnya melalui SMK maupun SMA
G. Sasaran Layanan : Peserta didik SMP Dunia Lain kelas IX A
H. Pokok – Pokok Materi :
1, Wajib
Belajar
2.
SMA/SMK
3.
Tips
untuk Memilih SMA / SMK
I.
Uraian
Kegiatan :
1.
Pendahuluan
a.
Salam
b.
Mengisi
Daftar Presensi
c.
Apresepsi
tentang jenjang pendidikan setelah SMP (5menit)
2.
Isi
Kegiatan
a.
Menyampaikan
materi yang telah dipersiapkan. (15 menit)
b.
Menyampaikan
Ice Breaking / video motivasi (10 menit)
c.
Tanya
jawab / Diskusi
3.
Penutup
a.
Menyampaikan
Simpulan
b.
Salam
J.
Metode : Ceramah (Klasikal)
K. Tempat Penyelanggara :
Ruang kelas
L.
Waktu :
1 x 45 menit
M. Penyelenggara Layanan : Mahasiswa PPL
N. Pihak-Pihak Terkait : -
O. Alat yang digunakan : LCD + Roll
P.
Media
yang Digunakan : PPT
Q. Rencana Penilaian
dan Tindak Lanjut :
1.
Penilaian
a.
Penilaian
jangka segera : Mengamati Partisipasi
peserta didik
b.
Penilaian
jangka Pendek : Melakukan wawancara
c.
Penilaian
jangka Panjang : Memilih SMA / SMK
2.
Tindak
lanjut : Bagi siswa yang dirasa masih mengalami
kesulitan dapat mengikuti konseling kelompok maupun konseling individual.
R.
Keterkaitan
Layanan ini
dengan Layanan
Lain : Konseling kelompok dan Konseling individual
S.
Catatan
Khusus : -
Mengetahui, Surakarta, 20 maret 2014
Guru Pamong Mahasiswa
Dra. Chadijah S.Pd Feri
Henri Harjianto
A.Wajib Belajar
Pada tahun 2013,
Kemendikbud akan mulai menjalankan kebijakan baru terkait upaya peningkatan
mutu dan kualitas pendidikan di Tanah Air melalui beberapa program. Di
antaranya Pendidikan Menengah Universal (PMU), atau dikenal dengan 'rintisan
wajib belajar 12 tahun'.
Pendidikan Menengah Universal 12 Tahun
ditempuh untuk menjaring usia produktif di Indonesia. Artinya, sepanjang rentang tahun ini
terdapat kumpulan peserta didik usia potensial dan produktif. PMU juga
ditempatkan sebagai program lanjutan setelah pemerintah memberi klaim sukses
pada pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun. Terdapat tiga sasaran utama
program PMU.
Pertama, untuk mendongkrak angka partisipasi kasar
(APK) pendidikan menengah. Setelah akses lebih terbuka, masyarakat akan
didorong untuk menuntaskan pendidikan minimal sampai 12 tahun.
Kedua, dengan
adanya program PMU, maka akan memperkecil perbedaan jaraj disparitas
antarkabupaten-kota. Saat ini, sebanyak 71 kabupaten-kota masih memiliki APK
kurang dari 50 persen.
Ketiga, memperbaiki komposisi SMA dan
SMK. Para lulusan SMP akan memiliki akses lebih luas untuk melanjutkan
pendidikan setelah pemerintah melakukan rehabilitasi, dan pembangunan sekolah
serta ruang kelas baru.
B. SMA atau SMK?
Banyak
siswa dan orang tua tidak mempunyai bekal informasi yang cukup tentang sekolah
menengah atas. Ini cukup serius karena kesalahan mengambil keputusan dalam
melanjutkan di sekolah menengah atas akan berpengaruh terhadap masa depan
anaknya. Saat ini banyak orang tua yang hanya melihat SMA sebagai lanjutan
sekolah anaknya dan memandang sebelah mata
terhadap keberadaan SMK. Baik antara SMA maupun SMK pasti mempunyai
keunggulannya masing-masing. Untuk itu kami
akan memberikan informasi perbedaan antara SMA dan SMK.
SMA atau Sekolah
Menengah Atas menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
17 Tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan
menyatakan bahwa Sekolah Menengah Atas, yang selanjutnya disingkat
SMA, adalah salah satu bentuk satuan
pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang
pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP,MTs, atau bentuk lain
yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang
diakui sama/setara. Dalam hal ini SMA menyelenggarakan pendidikan
yang bersifat umum atau nonvokasional. Lulusan dari SMA diharapkan mampu untuk
melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu Perguruan Tinggi baik
negeri maupun swasta. Dalam hal ini, di SMA siswa diberikan bekal berupa ilmu
pengetahuan yang luas namun mendalam. Di SMA lebih mempelajari teoritik
daripada SMK. Kelemahan dari SMA yaitu siswa lebih mendalami ilmu
pengetahuannya sehinggamereka mampu berpikir secara logika. Sedangkan
kelemahannya mereka akan cukup sulit untuk mempelajari mata kuliahnya yang baru
jika tidak sesuai dengan jurusan yang diambilnya ketika dia SMA dahulu. Di SMA
sendiri pada umumnya memiliki 2 jurusan yaitu jurusan IPA dan IPS. Namun, ada
pula beberapa sekolah yang menambahkan jurusan lain seperti bahasa, bergantung
pada kebijakan sekolah masing-masing. Untuk memilih jurusan pun kita harus
mengikuti minat dan kemampuan yang kita punya. Jangan sampai memilih jurusan
yang jelas-jelas anda tidak mempunyai bakat di dalamnya.
Menurut Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang pengelolaan dan
penyelenggaraan pendidikan menyatakan Sekolah Menengahkejuruan/SMK,
adalah salah satu bentuk
satuanpendidikanformalyang menyelenggarakanpendidikankejuruan
pada jenjang pendidikanmenengah sebagai lanjutan
dari SMP, MTs, ataubentuk lain yang
sederajat atau lanjutan dari hasil belajar
yang diakui sama atau setara SMP atau MTs.SMP atau MTs. Lulusan SMK sejak awal
memang sudah disiapkan untuk memasuki dunia kerja sehingga diharapkan setelah
lulus nanti siswanya akan langsung bekerja atau berwirausaha. Namun, untuk
sekarang ini sudah banyak siswa SMK yang melanjutkan ke tingkat pendidikan yang
lebih tinggi. Kelebihan masuk SMK, siswa mempunyai hardskill berupa kemampuan
kejuruan yang spesifik sehingga ketika kuliah seorang siswa mengambil jurusan
yang sama dengan ketika dia SMK, maka dia akan lebih mudah untuk mempelajari
materi kejuruannya. Sedangkan untuk kelemahannya, siswa SMK cenderung agak
selalu berpikir instant atau jarang menggunakan logika dalam penyelesaian
ilmu-ilmu yang bersfifat eksakta. SMK pun memiliki banyak jurusan yang dibagi
menjadi dua bagian secara umum yaitu tata niaga dengan teknik. Jurusan tata
niaga pun terbagi kembali menjadi banyak jurusan yang berada di dalamnya.
Contohnya adalah akuntansi, pemasaran, usaha perjalanan wisata, dan lain-lain.
Sedangkan untuk teknik pun terbagi menjadi beberapa jurusan antara lain,
otomotif, teknik listrik, teknik komputer jaringan (TKJ), dan sebagainya.
Secara keseluruhannya adalah
SMA
|
SMK
|
Ditujukan
untuk siswa yang akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi
|
Ditujukan
untuk siswa yang mau bekerja dan melanjutkan ke perguruan tinggi
|
Kurikulum
SMA lebih banyak teori dari pada praktek
|
Kurikulum
SMK lebih banyak praktek dari pada teori
|
Tamatannya
tidak siap kerja dan tidak mandiri
|
Tamatannya
siap kerja dan mandiri
|
Tempat
belajar hanya di sekolah
|
Tempat
belajar di sekolah dan dunia kerja
|
C.
Tipsnya
untuk Memilih SMA / SMK
Cara
mudah untuk menentukan SMA atau SMK, antara lain:
1.
Ikuti
minat
Dalam menentukan masuk SMA atau SMK, hal yang
paling utama yang harus siswa pegang adalah minat siswa itu sendiri. Usahakan
agar orang tua membebaskan anaknya untuk memilih sesuai dengan minat mereka..
2.
Pilihlah
yang sesuai dengan bakat
Setelah kita menentukan akan masuk SMA atau
SMK, tentukan pula apakah kita mempunyai bakat atau tidak terhadap sekolah yang
kita pilih dan juga jurusannya. Pastikan agar kita memilih sesuai dengan bakat
kita. agar kita lebih mudah untuk memahami materi selama proses belajar di
sekolah yang baru nanti.
3.
Lakukan
yang terbaik
Jika jenis sekolah dan jurusan yang kita pilih
sudah pasti, kita hanya harus melakukan yang terbaik selama proses belajarnya
nanti. Jangan pernah menyesali apa yang telah kita pilih. Yakinkan hati kita
bahwa apa yang telah kita pilih merupakan yang pemberian Tuhan yang terbaik
untuk kita.
DAFTAR
PUSTAKA





