BK Belajar
SATUAN
LAYANAN
BIMBINGAN
DAN KONSELING BELAJAR
A. Topik :
Motivasi belajar dalam menyesuaikan pelajaran
dengan kemampuan
minat dan bakat
B. Bidang
Bimbingan :
Bimbingan Belajar
C. Jenis
Layananan :
Layanan Informasi, penempatan dan penyaluran
D. Fungsi
Layanan :
Fungsi Pemahaman dan Pengembangan
E. Tujuan
Layanan :
1.
Mengidentifikasikan cita-cita
peserta didik dengan minat dan bakatnya
2.
Menyesuaikan cita-cita Peserta
didik dengan mata pelajaran yang dipelajari
3.
Mengembangkan minat dan bakat Peserta didik dengan mata pelajaran yang sesuai dengan cita-citanya.
F. Hasil
Yang Ingin Dicapai :
1. Peserta
didik dapat memehami minat dan bakatnya
2. Peserta
didik dapat mengidentifikasikan cita-cita dengan minat dan bakatnya
3. Peserta
didik dapat menyesuaikan cita-citanya dengan mata pelajaran yang dia pelajari.
4. Peserta
didik dapat mengaktulisasikan dirinya dengan kegiatan yang mendukung
cita-citanya.
5. Peserta
didik dapat mengembangkan minat dan bakatnya dengan mata pelajaran yang sesuai
dengan cita-citanya
G. Sasaran
Layanan : Siswa
SMA kelas X
H. Pokok-pokok
Materi :
1. Apa
itu Minat dan Bakat?
2. Kembangkan
minat dan bakatmu untuk meraih cita-citamu
3. Bangkitkan
motivasi belajarmu
I. Uraian
Kegiatan :
1. Pendahuluan
a. Salam
dan Cek kehadiran peserta didik
b. Menanyakan
pendapat peserta didik tentang cita-cita mereka (5 menit)
2. Isi
Kegiatan
a. Menyampaikan
materi yang telah dipersiapkan (15 menit)
b. Membagikan
kertas kosong kepada peserta didik kemudian mempersilakan peserta didik menulis
cita-cita mereka, mata pelajaran apa saja yang terrkait dengan cita-cita mereka
dan usaha apa yang akan dilakukan untuk membuat cita-cita mereka menjadi
kenyataan (15 menit)
c. Meminta
beberapa siswa maju untuk membacakan apa yang telah ia tulis (5 menit)
d. Tanya
jawab / diskusi (5 menit)
J. Metode :
Ceramah, Diskusi
K. Tempat
Penyelenggara :
Ruang Kelas
L. Waktu :
1 X 45 menit
M. Penyelenggara
Layanan : Guru
Pembimbing
N. Pihak-Pihak
Yang Terkait : -
O. Alat
yang Digunakan :
1. Laptop
2. LCD
3. Kertas
kosong
P. Rencana
Penilaian dan
Tindak Lanjut :
1. Penilaian
a. Penilaian
jangka segera : Mengamati partisipasi siswa selama proses pemberian materi
berlangsung
b. Penilaian
jangka pendek : Mengkaji nilai
mata pelajaran tertentu
c. Penilaian
jangka panjang : Menngkualifikasi
Penjurusan peserta didik ke kelas IPA. IPS.dan
Bahasa
2. Tindak
Lanjut
a. Pemberian
layanan lanjutan berupa bimbingan kelompok
b. Pemberian
layanan lanjutan berupa konseling individual
Q. Keterkaitan
Layanan ini
dengan Layanan Lain : Layanan Bimbingan
Kelompok
R. Catatan
Khusus :
1. Kegiatan
ini didukung dengan tes minat dan bakat terhadap Peserta didik
2. Adanya
gejala minat yang tak sesuai dengan bakat pada peserta didik
Mengetahui, Surakarta,
3 Oktober 2013
Dosen Pembiming Mahasiswa
Drs. Chadijah M.pd Feri Henri Harjianto
A.
Motivasi
Belajar
Motivasi adalah salah satu faktor yang memengaruhi
keefektifan kegiatan belajar siswa. Motivasilah yang mendorong siswa inginn
melakukan kegiatan belajar. Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai
proses di dalam diri individu yang aktif, mendorong, memberikan arah, dan
menjaga perilaku setiap saat. Motivasi juga diartikan sebagai pengaruh
kebutuhan-kebutuhan dan keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku
seseorang. Motivasi dapat dijadikan penafsiran, penjelasan dan penaksiran perilaku
yang mana muncul dalam setiap individu agar dapat memenuhi kebutuhannya. Dalam
proses belajar tentunya motivasi sangat diperlukan , sebab sesorang tidak
memiliki motivasi untuk belajar , tidak akan mungkun melakukan proses belajar .
Motivasi juga memiliki karakteristik:
1. sebagai hasil dari kebutuhan
2. terarah kepada suatu tujuan
3. menopang perilaku
Motivasi dalam belajar juga dapat bersifat positif
atau negative, yang mana akan memepenagruhi kemauan individu untuk meningkatkan
maupun menurunkan semangat belajar
Motivasi belajar dibedakan menjadi :
1. Motivasi Instrinsik
motivasi
intrinsik adalah keinginan bertindak yang disebabkan oleh faktor
pendorong dari dalam diri (internal) individu. Tingkah laku individu itu
terjadi tanpa dipengaruhi oleh faktor-faktor dari lingkungan. Tetapi individu
bertingkah laku karena mendapatkan energi dan pengaruh tingkah laku dari dalam
dirinya sendiri yang tidak bisa dilihat dari luar. Pendapat lain mengatakan
bahwa motivasi intrinsik adalah keinginan bertindak yang disebabkan faktor
pendorong dari dalam diri sendiri. Dari definisi di atas dapat disimpulkan
bahwa motivasi intrinsik adalah dorongan dari dalam individu, dimana dorongan
tersebut menggerakkan individu atau subyek untuk memenuhi kebutuhan,tanpa perlu
dorongan dari luar.
2. Motivasi Ekstrinsik
motivasi
ekstrisik sebagai motif-motif yang menjadi aktif dan berfungsi karena adanya
perangsang dari luar. Motivasi ekstrinsik dapat dikatakan
lebih banyak dikarenakan pengaruh dari
luar yang relatif berubah-ubah. Motivasi ekstrinsik dapat juga di katakan
sebagai bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar di mulai dan
diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak berkaitan
dengan aktivitas belajar. Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa
seseorang yang bermotivasi ekstrinsik melakukan sesuatu kegiatan bukan karena
ingin mengetahui sesuatu, tetapi ingin mendapatkan pujian, hadiah dan
sebagainya.
B. Minat
Dan Bakat
Sekolah
dan orangtua dapat berperan aktif dalam mengidentifikasi dan menyesuaikan minat
dan bakat siswa agar bisa sukses di karir masa depan. Bakat merupakan kemampuan
yang dibawa sejak lahir, bisa diturunkan oleh orangtua namun bisa juga
tidak.Minat merupakan keinginan seseorang untuk mempelajari sesuatu yang
dianggapnya menarik dan disukai. Bakat dan minat perlu dikembangkan melalui
belajar agar kemampuan dan keinginan yang ada dapat menjadi sesuatu yang
nyata. Apabila tidak diasah, maka hanya menjadi bakat dan minat yang
terpendam. Bakat sebaiknya disertai dengan minat. Demikian juga minat yang
tinggi sebaiknya diikuti dengan adanya bakat.Tes bakat dan minat berfungsi
untuk meminimalisasi kesalahan penempatan seseorang dengan menggali
potensi-potensi di dalam dirinya sehingga dapat mengarahkan dirinya ke tempat
yang sesuai dengan minat serta kemampuannya.
Beberapa
cara sederhana dapat dlakukan guru dan orang tua (bahkan oleh anak sendiri)
untuk mencoba mengenal minat dan bakat seorang anak.
Berikut
adalah aspek-aspek yang bisa mulai diperhatikan dan ditanyakan.
1.
Mata pelajaran
favorit di sekolah (matematika, sains, bahasa, biologi, sejarah).
2.
Hobi yang
dimiliki (menulis puisi atau cerita pendek, membuat perhiasan, memelihara
hewan/tumbuhan, bermain game).
3.
Olahraga atau
kegiatan fisik yang disukai.
4.
Kegiatan yang
diikuti dan disukai (musik, tari, akting, seni, Pramuka, PMR).
5.
Bahasa yang
dikuasai dan yang ingin dipelajari.
6.
Kepedulian
terhadap sesuatu (sosial, lingkungan, hak asasi manusia, politik, kesehatan).
7.
Cara dan
keinginan membantu orang lain (mengajar orang lain, membantu seseorang yang
sakit atau cacat).
8.
Karir atau
pekerjaan yang dicita-citakan.
9.
Sifat-sifat
dasar anak (teliti, konsentrasi, telaten, penghafal yang baik)
Dalam
hal ini bakat dan minat saja belum cukup untuk mencapai cita-cita. Setidaknya diperlukan tiga hal lain
yang akan mengasahnya :
1. Harus ada
dukungan dari orangtua maupun lingkungan dukungan yang diberikan tak hanya
dalam bentuk materi, tetapi juga dukungan moril. Memberikan pujian (tanpa
berlebihan dan terlalu sering) saat anak menunjukkan kemampuan juga menjadi
bentuk dukungan. Bentuk dukungan juga bisa diberikan dengan tidak
membanding-bandingkan anak dengan saudara atau temannya, apalagi sampai
mendapat label negatif.
2. Tidak berhenti
berusaha kalau anak tidak berminat, padahal mempunyai bakat di bidang seni atau
olahraga, hendaknya orangtua tidak menyerah. Bisa saja anak merasa malas karena
terlalu banyak les, hingga kelelahan. Ada baiknya tidak mengikutkan les terlalu
banyak bagi anak. Orangtua hendaknya tidak memaksakan kehendak pada anak. Hukuman
fisik seperti mencubit atau memukul saat anak tidak berlatih harus dihindari.
Hukuman dapat membuat anak tidak tertarik pada kegiatan tersebut.
3.
Berikan fasilitas yang memadai Fasilitas yang diberikan
tidak harus selalu mahal. Sediakan fasilitas sesuai kemampuan orangtua.
REFERNSI:
(Sumber: Kompas. com/Diana Yunita Sari)
Barkah, Ari. PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR BERDASARKAN MOTIVASI
BELAJAR PESERTA DIDIK SMA: Studi Deskriptif terhadap Peserta Didik Kelas XI
SMAN 1 Cimalaka Tahun Ajaran 2012-2013. Diss. Universitas Pendidikan Indonesia,
2013.





